SUKADANA - Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalamah di Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Rabu (22/7).
Kedatangan Kapolda disambut langsung para pengasuh dan Kiyai Ponpes setempat. Turut hadir Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah dan Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati.
Di hadapan ratusan santri, Irjen Helfi menyampaikan pesan pentingnya menjaga moral di era digital.
Kapolda menyebut perkembangan teknologi saat ini menuntut semua orang, khususnya generasi muda, untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi, baik di media sosial maupun interaksi langsung.
"Banyak orang pintar, tapi kalau tidak punya moral dan adab, banyak yang jadi penipu, perampok, bahkan begal," tegas Helfi.
Ia menegaskan peran santri sangat penting sebagai penjaga nilai agama dan akhlak di tengah masyarakat.
"Dengan adanya santri, ini menjadi benteng bagi kami. Santri adalah sahabat dekat polisi yang juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Menurutnya, para santri memegang peran menjaga kemurnian agama, konsistensi ibadah, dan adab yang terus diajarkan para ustaz dan kyai setiap hari.
Kapolda berpesan agar di lingkungan santri menghindari adanya perundungan atau bullying yang tentunya tidak sesuai dengan tujuan pendidikan. Dengan harapan semuanya bisa saling menjaga, mengingatkan dan mengawasi.
"Jagalah nama baik pesantren. Jadilah teladan di lingkungan. Polisi dan santri harus bersinergi menjaga lingkungan tetap aman dan damai," pesan Kapolda.
Kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Polri, pemerintah daerah, dan para ulama untuk memperkuat kerukunan serta peran pesantren memperkuat demi menciptakan generasi yang beriman, berakhlak, dan berprestasi.(ndo/nca)
